Jumat, 27 Juli 2012

HIDROKARBON

PERCOBAAN ( HIDROKARBON) A. TUJUAN LAPORAN : 1. Mengenal perbedaan golongan senyawaan organik berdasarkan gugus fungsinya. 2. Membandingkan sifat fisik dan kimia dari golongan senyawaan organik yaitu hidrokarbon, alkohol, fenol, asam karboksilat, dan senyawaan aromatik. 3. Menguji reaksi gugus fungsi yang penting dalam bidang kimia, biokomia, dan fisiologi. B. DASAR TEORI Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana. Dari namanya, senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom hidrogen dan atom karbon. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui senyawa hidrokarbon, misalnya minyak tanah, bensin, gas alam, plastik dan lain-lain. Sampai saat ini telah dikenal lebih dari 2 juta senyawa hidrokarbon. Untuk mempermudah mempelajari senyawa hidrokarbon yang begitu banyak, para ahli mengolongkan hidrokarbon berdasarkan susunan atom-atom karbon dalam molekulnya. Berdasarkan susunan atom karbon dalam molekulnya, senyawa karbon terbagi dalam 2 golongan besar, yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik. Senyawa hidrokarbon alifatik adalah senyawa karbon yang rantai C nya terbuka dan rantai C itu memungkinkan bercabang. Berdasarkan jumlah ikatannya, senyawa hidrokarbon alifatik terbagi menjadi senyawa alifatik jenuh dan tidak jenuh. • Senyawa alifatik jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya hanya berisi ikatan-ikatan tunggal saja. Golongan ini dinamakan alkana. • Senyawa alifatik tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. Jika memiliki rangkap dua dinamakan alkena dan memiliki rangkap tiga dinamakan alkuna. • Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa karbon yang rantai C nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai samping. Golongan ini terbagi lagi menjadi senyawa alisiklik dan aromatik. - senyawa alisiklik yaitu senyawa karbon alifatik yang membentuk rantai tertutup. - Senyawa aromatik yaitu senyawa karbon yang terdiri dari 6 atom C yang membentuk rantai benzena. C. ALAT DAN BAHAN 1. Alat yang digunakan Tabung reaksi, berfungsi sebagai tempat untuk mereaksikan zat. Pipet tetes, berfungsi untuk meneteskan larutan dalam jumlah kecil Rak tabung reaksi, berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan tabung reaksi Gelas ukur, berfungsi untuk mengukur volume larutan 2. Bahan yang digunakan: 1. Sikloheksana Sikloheksana adalah sikloalkana dengan rumus molekul C6H12. Sikloheksana digunakan sebagai pelarut nonpolar pada industri kimia, dan juga merupakan bahan mentah dalam pembuatan asam adipat dan kaprolaktam, keduanya juga merupakan bahan produksi nilon 2. Toluena Toluena, dikenal juga sebagai metilbenzena ataupun fenilmetana, adalah cairan bening tak berwarna yang tak larut dalam air dengan aroma seperti pengencer cat dan berbau harum seperti benzena. Toluena adalah hidrokarbon aromatik yang digunakan secara luas dalam stok umpan industri dan juga sebagai pelarut. Seperti pelarut-pelarut lainnya, toluena juga digunakan sebagai obat inhalan oleh karena sifatnya yang memabukkan. 3. Air Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di Bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di Bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. 4. CCL4 Karbon tetraklorida, tetraklorometana atau dikenal dengan banyak nama lain (lihat di bawah), adalah senyawa kimia dengan rumus CCl4. Senyawa ini banyak digunakan dalam sintesis kimia organik. Dulunya karbon tetraklorida juga digunakan dalam pemadam api dan refrigerasi, namun sekarang sudah ditinggalkan. Pada keadaan standar (suhu kamar dan tekanan atmosfer), CCl4 adalah cairan tak berwarna dengan bau yang "manis”. 5. Etil alkohol Etanol, disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol saja, adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa ini merupakan obat psikoaktif dan dapat ditemukan pada minuman beralkohol dan termometer modern. Etanol adalah salah satu obat rekreasi yang paling tua. 6. KmnO4 Permanganometri merupakan titrasi yang dilakukan berdasarkan reaksi oleh kalium permanganat (KMnO4). Reaksi ini difokuskan pada reaksi oksidasi dan reduksi yang terjadi antara KMnO4 dengan bahan baku tertentu. Titrasi dengan KMnO4 sudah dikenal lebih dari seratus tahun. Kebanyakan titrasi dilakukan dengan cara langsung atas alat yang dapat dioksidasi seperti Fe+, asam atau garam oksalat yang dapat larut dan sebagainya. D. CARA KERJA 1. Sifat fisik hidrokarbon Sikloheksana 10 tetes ­ memasukkan ke dalam tabung reaksi - Menambahkan 10 tetes air - Mengocok dan mengamati Tidak Larut (terbentuk 2 lapisan) Toluena 10 tetes ­ memasukkan ke dalam tabung reaksi - Menambahkan 10 tetes air - Mengocok dan mengamati Tidak Larut (terbentuk 2 lapisan) Sikloheksana 10 tetes ­ memasukkan ke dalam tabung reaksi - Menambahkan 10 tetes CCL4 - Mengocok dan mengamati Tidak larut (Terbentuk 2 lapisan) Toluena 10 tetes ­ memasukkan ke dalam tabung reaksi - Menambahkan 10 tetes CCL4 - Mengocok dan mengamati Tidak Larut (terbentuk 2 lapisan) 2. Reaksi dengan KmnO4 Sikloheksana 6 tetes ­ memasukkan ke dalam tabung reaksi - Menambahkan 2 ml etil alkohol Larut Toluena 6 tetes ­ memasukkan ke dalam tabung reaksi - Menambahkan 2 ml etil alkohol Larut Sikloheksana 10 tetes + 2 ml etil alkohol - Menambahkan 2 tetes KmnO4 - Melihat perubahannya dalam waktu 5 menit Berwarna merah maron (di atasnya ada pemisah berwarna kehitaman) Toluena 10 tetes + 2 ml etil alkohol - Menambahkan 2 tetes KmnO4 - Melihat perubahannya dalam waktu 5 menit Terjadi perubahan warna (ungu merata) E. HASIL PENGAMATAN 1. Sifat fisik hidrokarbon No Senyawa Perlakuan Hasil pengamatan 1 -sikloheksana 10 tetes + air ­ memasukkan ke dalam tabung reaksi ­ menambahkan 10 tetes air ­ mengocok dan mengamati Tidak larut (terbentuk 2 lapisan) 2 -toluena 10 tetes + air ­ memasukkan ke dalam tabung reaksi ­ menambahkan 10 tetes air ­ mengocok dan mengamati Tidak larut (terbentuk 2 lapisan) 3 -sikloheksana 10 tetes + CCL4 ­ memasukkan ke dalam tabung reaksi ­ menambahkan 10 tetes CCL4 ­ mengocok dan mengamati Tidak larut (terbentuk 2 lapisan) 4 - toluena 10 tetes + CCL4 ­ memasukkan ke dalam tabung reaksi ­ menambahkan 10 tetes CCL4 ­ mengocok dan mengamati Tidak larut (terbentuk 2 lapisan) 2. Reaksi dengan KmnO4 No senyawa perlakuan Hasil pengamatan 1 ­ Sikloheksana 6 tetes + 2 ml etil alkohol ­ Memasukkan ke dalam tabung reaksi ­ Menambahkan 2 ml etil alkohol Larut 2 ­ Toluena 6 tetes + 2 ml etil alkohol ­ Memasukkan ke dalam tabung reaksi ­ Menambahkan 2 ml etil alkohol Larut 3 ­ Toluena 10 tetes - Menambahkan dengan KmnO4 - Melihat perubahan yang terjadi selama 5 menit Ada perubahan warna (ungu merata) 4 -sikloheksana 10 tetes - Menambahkan dengan KmnO4 - Melihat perubahan yang terjadi selama 5 menit Berwarna merah maron (di atasnya ada pemisah berwarna kehitaman) F. PEMBAHASAN I. sifat fisik hidrokarbon Pada percobaan ini untuk mengetahui sifat fisik hidrokarbon,langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Sikloheksana sebanyak 10 tetes pertama-tama dimasukkan ke dalam tabung reaksi dengan menggunakan pipet tetes. Setelah itu ditambahkan dengan 10 tetes air. Kemudian dikocok dan diamati. Hasil dari campuran atau larutan tersebut ternyata tidak larut atau terpisah antara sikloheksana dan air. Hal ini membuktikan bahwa sikloheksana merupakan senyawa yang memiliki ikatan jenuh (tidak larut). 2) Toluena sebanyak 10 tetes sama halnya dengan sikloheksana, dimasukkan ke dalam tabung reaksi dengan menggunakan pipet tetes. Setelah itu ditambahkan dengan 10 tetes air. Kemudian dikocok dan diamati. Hasil dari campuran atau larutan tersebut ternyata tidak larut atau terpisah antara toluena dan air. Hal ini membuktikan bahwa toluena merupakan senyawa yang memiliki ikatan jenuh (tidak larut). 3) Tahap selanjutnya adalah Sikloheksana sebanyak 10 tetes, dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang lain dengan menggunakan pipet tetes. Setelah itu ditambahkan dengan 10 tetes CCL4. Kemudian dikocok dan diamati. Hasil dari campuran atau larutan tersebut ternyata tidak larut atau terpisah antara sikloheksana dan CCL4 . Hal ini membuktikan bahwa sikloheksana merupakan senyawa yang memiliki ikatan tak jenuh (larut) 4) Toluena sebanyak 10 tetes sama halnya dengan sikloheksana, dimasukkan ke dalam tabung reaksi dengan menggunakan pipet tetes. Setelah itu ditambahkan dengan 10 tetes CCL4. Kemudian dikocok dan diamati. Hasil dari campuran atau larutan tersebut ternyata tidak larut atau terpisah antara toluena dan CCL4. Hal ini membuktikan bahwa toluena merupakan senyawa yang memiliki ikatan jenuh (tidak larut). II. Reaksi dengan KmnO4 Pada percobaan ini yaitu reaksi dengan KMnO4, langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut. 1) Sebanyak 6 tetes Sikloheksana dimasukkan ke dalam tabung reaksi . Kemudian ditambahkan dengan 2 ml etil alkohol yang sebelumnya telah diukur dengan menggunakan gelas ukur. Setelah ditambahkan 2 ml etil alkohol, dilihat perubahan yang terjadi . Hasil campuran atau larutan tersebut menunjukkan bahwa tidak larut. 2) Toluena Sebanyak 6 tetes dimasukkan ke dalam tabung reaksi . Kemudian ditambahkan dengan 2 ml etil alkohol yang sebelumnya telah diukur dengan menggunakan gelas ukur. Setelah ditambahkan 2 ml etil alkohol, dilihat perubahan yang terjadi . Hasil campuran atau larutan tersebut menunjukkan bahwa tidak larut. 3) Sebanyak 10 tetes toluena dimasukkan ke dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan dengan 2 ml etil alkohol , setelah dicampurkan ditambahkan dengan KmnO4 sebanyak 2 tetes. Diamati perubahan yang terjadi dalam waktu 5 menit. Setelah 5 menit dicampurkan, terjadi perubahan warna yakni larutannya berwarna ungu merata 4) Sebanyak 10 tetes Toluena dimasukkan ke dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan dengan 2 ml etil alkohol , setelah dicampurkan ditambahkan dengan KmnO4 sebanyak 2 tetes. Diamati perubahan yang terjadi dalam waktu 5 menit. Setelah 5 menit dicampurkan, larutannya berwarna merah maron (di atasnya ada pemisah dan berwarna kehitaman). G. KESIMPULAN • Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa senyawa sikloheksana merupakan senyawa yang tergolong pada hidrokarbon alifatik yang memiliki ikatan jenuh (tidak larut) dengan Air. Namun dengan CCL4 sikloheksana bersifat atau memiliki ikatan tak jenuh (larut) • Toluena saat direaksikan dengan Air maupun CCL4, kedua-duanya tidak larut atau senyawa toluena memiliki ikatan jenuh. • Sikloheksana saat direaksikan dengan KmnO4 ,terjadi perubahan warna yaitu berwarna ungu. • Toluena saat direaksikan dengan KmnO4, larutan berwarna merah maron (di atasnya ada pemisah dan berwarna hitam. H. KEMUNGKINAN KESALAHAN 1) Kurangnya bahan yang digunakan pada percobaan sehingga hasil yang diperoleh oleh praktikan kurang akurat. 2) Kurangnya ketelitian praktikan dalam mengambil kesimpulan atau menetapkan hasil percobaaan. 3) Kurangnya konsentrasi pada praktikan saat melakukan percobaan. DAFTAR PUSTAKA http://id.wikipedia.org/wiki/hidrokarbon http://wapedia.mobi/id/kimia-organik http://id.wikipdia.org./wiki/hidrokarbon-kimia-organik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar